Di era digital yang semakin maju, tuntutan terhadap kualitas pendidikan juga semakin tinggi. Kurikulum Merdeka hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Bayangkan, dulu kita belajar dengan cara yang monoton, mendengarkan guru menjelaskan di depan kelas. Namun, sekarang, kita bisa menjelajahi dunia pengetahuan tanpa batas melalui perangkat digital. Dengan Kurikulum Merdeka, pembelajaran menjadi lebih personal, interaktif, dan menyenangkan. Pernahkah kamu mengikuti kelas online yang seru? Atau membuat proyek kelompok menggunakan platform digital? Inovasi-inovasi seperti inilah yang membuat pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kehidupan nyata.
Di SMK Negeri 1 Cluwak, saya seorang guru yang memiliki semangat tinggi dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan interaktif. Setiap hari, saya berusaha menghadirkan inovasi melalui multimedia pembelajaran yang saya rancang sendiri. Dengan menggunakan berbagai alat dan teknologi, saya menyiapkan materi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan.
Pada hari senin, 21 Oktober 2024, saya berkesempatan untuk mengadakan sebuah sesi berbagi praktik baik tentang multimedia pembelajaran interaktif yang saya buat selama mengikuti Pembatik Level 3 dengan komunitas belajar SMK Negeri 1 Cluwak rumpun jurusan bertempat di ruang kelistrikan jurusan teknik sepeda motor. Tujuan saya adalah membagikan praktik baik yang telah saya lakukan, serta menginspirasi rekan-rekan guru untuk menerapkan metode serupa dalam pembelajaran mereka. Saya mengajak mereka untuk berbagi cerita praktik baik tentang penggunaan multimedia dalam kelas, seperti video interaktif, simulasi, dan game edukasi.
Di dalam sesi tersebut, saya membagikan pengalaman sukses saat menggunakan media pembelajaran interaktif dalam pengajaran mata pelajaran teknik. Para siswa tidak hanya lebih antusias, tetapi juga lebih cepat memahami materi yang diajarkan. Melihat respons positif mereka, saya merasa semakin yakin bahwa metode ini sangat efektif.
Diskusi berlangsung hangat, dengan banyak guru yang antusias bertanya dan berbagi pengalaman mereka masing-masing. Kami saling memberikan masukan dan ide-ide baru, menciptakan atmosfer kolaboratif yang kuat. Saya merasa bangga dapat berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih baik di SMK Negeri 1 Cluwak.
Melalui sesi ini, kami tidak hanya belajar dari satu sama lain, tetapi juga membangun komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, saya yakin kami bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih inspiratif dan mendukung bagi para siswa. (Lihat daftar hadir peserta)
Kegiatan berbagi praktik baik yang saya lakukan selanjutnya penerapan model pembelajaran inovatif secara daring (tatap maya) dan berkelompok melalui Komunitas Belajar PMM “Sahabat PembaTIK” di provinsi jawa tengah.
Dalam kesempatan lain, saya juga berkolaborasi dengan Sahabat Pembatik Tahun 2024 dari Provinsi Jawa Tengah dalam sebuah sesi webinar berbagi praktik baik. Bakol Jarik Batik (Berbagi dan Berkolaborasi Pembelajaran Menarik Berbasis TIK) difasilitasi oleh Duta Teknologi, Ibu Efi Yuliawati, dengan kehadiran keynote speaker spesial, Ketua Ikatan Guru Indonesia, Bapak Joko Susila. Pada sesi webinar ini, saya turut berpartisipasi sebagai narasumber, menyampaikan materi dengan penuh semangat. Dalam sesi tanya jawab, antusiasme para peserta terlihat sangat tinggi, terutama dalam membahas penerapan pembelajaran berbasis TIK.
Dalam sesi pertama pembukaan sampai narasumber ke 2 oleh ibu Ema Tri Puspitasari dengan pembukaan keynote speaker 1 dari bapak joko susilo stackholder dari ketua ikatan guru indonesia provinsi jawa tengah menyampaikan dukungan dan apresiaasi atas terselanggaranya webinar ini dan semoga peserta yang mengikuti mendapatakan kemanfaatannya. Selanjutnya pembukaan ke 2 dari ibu Efi Yuliawati dari duta teknologi provinsi jawa tengah tahun 2022, menyampaikan dukungan untuk keempat narasumber dalam pembatik level 4 kali ini. Pemaparan narasumber 1 adalah dari ibu Farida, S.Pd sahabat teknologi dari SMK Negeri 1 Warungasem memaparkan materi MPI SIDIA BETER tentang pemanfaatan MPI dalam pembelajaran bencana alam di mapel IPAS. Dalam berbagi praktik baik ini efektif meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan, meningkatkan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Selanjutnya pemaparan narasumber ke 2 oleh bapak M. Abul Khaliq W., S.Pd sahabat teknologi dari SMP Negeri 2 Gantiwarno memaparkan materi tentang pembelajaran menarik berbasis TIK. Dengan menerapkan contoh pembelajaran menggunakan slide presentasi yang dilengkapi dengan video, animasi, dan kuis, menerapkan diskusi melalui forum atau grup media sosial, penggunaan game untuk mempermudah pemahaman konsep yang abstrak dan penggunan MPI pada mapel IPS tentang Pemanfaatan Sumber Daya Alam.
Pemaparan narasumber ke 3 dari ibu Ema Tri Puspitasari, S.Pd, M.Pd. tentang Monalisa Cantik (Model Inovatif Learning Station Dengan Kecanggihan Elektronik) dalam pemaparannya Setiap peserta didik memiliki gaya belajarnya masing-masing, dengan penggunaan strategi pembelajaran yang berbeda memungkinkan peserta didik dapat berkembang semaksimal mungkin. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengakomodir hal tersebut yakni model pembelajaran Learning Station. Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran di mana sekelompok kecil peserta didik bergerak melalui banyak pusat pembelajaran (stasiun), yang memungkinkan guru untuk membedakan pengajaran dengan memasukkan kebutuhan peserta didik, minat, dan gaya belajar. Dengan stasiun pembelajaran MPI Biotik Abiotik, peserta didik, bergantian melalui setiap stasiun dan melakukan semua aktivitas.
Kemudian narasumber ke 4 saya sendiri Achmad Zajid, S. Pd. memaparkan materi tentang Menu Sehat Untuk Siswa Dengan Microsite dan Multimedia Pembelajaran Interaktif dalam memaparkan materi yang saya sampaikan adalah Contoh Implementasi Microsite Pembelajaran Menyenangkan dengan menu sehat : "4 Sehat 5 MPI", duntuk pembelajaran siswa yeng berseferensiasi dan menyenangkan. Dengan menu sehat #1 : Asesemen diagnostic (kognitif dan non kognitif) menggunakan platfom Surveyheart dan Quizizz. Menu sehat #2 : tersedianya berbagai macam sumber belajar (deferensiasi konten) menggunakan platfom Gdrive dan Microsoft Powerpoint. Menu sehat #3 : ice breaking, kuis Interaktif, LKPD & job sheet. Menu Sehat #4 : feedback (umpan balik) dan 5S. Kemudia untuk pelengkapanya menggunakan MPI yang kali ini saya membuat MPI Identifikasi Engine, untuk pembelajaran siswa. Setelah sesi pemaparan narasumber, adalah sesi tanya jawab dan diskusi dengan peserta webinar, dengan pertanyaan terkait pembelajaran deferensiasi konten untuk pelaksanaan haruskah terpenuhi semua, baik itu audio, kinestetik dan lainnya. Acara webinar ditutup dengan photo bersama peserta webinar dan narasumber. (Lihat daftar hadir peserta)



1 Komentar
Keren...sangat menginspirasi sekali pak guru
BalasHapus